Per Januari 2012, blog saya migrasi ke Wordpress ya. Ini tautannya kalau mau mampir (http://okki-sutanto.com), trims! =D

Sabtu, 29 Januari 2011

Buku Kedua di 2011 - "OUTLIERS"

"Outliers" karya Malcolm Gladwell.
Sumber: SINI
Resolusi tahun 2011 saya adalah membaca dua puluh buku. Ini adalah buku kedua yang saya baca di tahun 2011. Sebenarnya saya sudah mulai membacanya sejak akhir 2010, namun baru sempat saya selesaikan beberapa waktu yang lalu. Berikut ulasan singkatnya.

Dalam Outliers, Malcolm Gladwell untuk ketiga kalinya sukses merajut berbagai penelitian, eksperimen, dan telaah Psikologi menjadi bahan yang menarik untuk dibaca. Dalam buku ketiganya ini, Gladwell seakan melontarkan pertanyaan besar pada pembacanya:
"Mungkinkah kesuksesan ditelaah?",
"Apa rahasia di balik setiap kisah kesuksesan?".

Gladwell  memang tidak secara gamblang menjawab pertanyaan itu di awal buku. Ia lebih memilih menjelaskan secara perlahan melalui berbagai cerita, contoh kasus, data, dan fakta yang terjadi dalam kisah penciptaan orang-orang sukses yang luar biasa. Banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi kesuksesan seseorang. Gladwell memahami betul hal tersebut. Dengan cerdas ia berusaha mengintisarikan berbagai faktor yang menurutnya penting, tentu didukung oleh argumentasi dan data yang kuat.

Tidak sedikit pandangan yang menyatakan bahwa kesuksesan seseorang adalah hasil dari kerja keras dan keberuntungan. Dalam dunia Psikologi, perdebatan tentang dominasi faktor bawaan atau lingkungan pada kehidupan seseorang belum kunjung usai. Gladwell tidak melupakan hal-hal di atas. Dalam bukunya ia justru berusaha menjelaskan lebih mendalam dan berdasar pada contoh kasus, kerja keras dan "keberuntungan" seperti apa yang bisa mengantar seseorang pada kesuksesan. Sejauh mana faktor bawaan dan lingkungan mempengaruhi kesuksesan seseorang pun dijabarkannya dengan apik.

Dalam buku ini banyak sekali kisah orang sukses yang coba ditelaah Gladwell melalui kacamatanya. Mulai dari kisah atlet-atlet berbakat, siswa-siswa jenius, pemusik ternama (The Beatles), penemu hebat (Bill Gates dkk), pengacara kawakan, pengusaha sukses, dan masih banyak lagi. Berulang kali Gladwell mencoba menyampaikan bahwa berbagai faktor yang sering dipandang semata sebagai "keberuntungan", nyatanya tidak sepenuhnya terjadi secara acak dan kebetulan.

Halaman demi halaman ditulis Gladwell dengan gaya penceritaan yang mudah dan menarik untuk dibaca. Berbagai fakta mengagumkan diutarakannya, termasuk yang awalnya sulit dipercaya. Namun dengan cerita yang mendetil dan bertahap, pembaca menjadi memahami proses yang terjadi dalam setiap fakta mengagumkan tersebut. Mulai dari bagaimana bulan kelahiran bisa menentukan apakah seseorang memiliki kans untuk menjadi atlet hebat atau tidak. Bagaimana negara asal pilot dan struktur pembagian tugas bisa mempengaruhi kesuksesan sebuah penerbangan. Bagaimana tahun kelahiran yang berbeda bisa membuat dua orang yang "kembar" bisa memiliki nasib jauh berbeda. Bagaimana sia-sianya kecerdasan intelektual sebagian orang terhadap kesuksesan orang tersebut. Dan masih banyak lagi.

Secara keseluruhan buku ini sangat bagus dan layak untuk dibaca siapa pun. Perhatian Gladwell pada hal-hal detil, risetnya yang mendalam, dan gaya penulisan yang menarik rasanya wajar membuat buku ini sangat laris terjual. Sekali lagi, Gladwell berhasil membuat penelitian-penelitian ilmiah, khususnya Psikologi, yang seringkali membosankan, menjadi sangat menarik untuk dibaca. Selamat membaca!

Jumat, 21 Januari 2011

Gaji Para Presiden


Gaji para pemimpin dunia..
Ternyata dalam statistik ini Indonesia ga sebegitu memalukannya (mungkin).
Gaji presiden Indonesia sekitar 28 kali lipat pendapatan rata-rata per penduduknya.
Di sini Indonesia kalah jauh dari Kenya, di mana gaji presidennya 240 kali lipat pendapatan rata-rata penduduknya. Kali ini saya rela kalah dari Kenya.

Tapi, Singapore memang gila! Lihat saja gaji presidennya. Waw. Mencengangkan.

Kamis, 06 Januari 2011

(Cerpen) Seharusnya Terbakar!

Cerpen I / 2011.
Gambar dari SINI

Saat lampu bioskop kembali menyala, aku hanya bisa ternganga.
Entah apa dosaku, tak diragukan lagi barusan adalah film tergoblok yang pernah aku tonton sepanjang hidupku.
Begitu banyak cerita dan detil di dalam film barusan yang membuat logika siapapun yang menontonnya bengkok sempurna. Sialnya, aku sendirian. Pikiranku tertelan pusaran kekaguman dan ketakjuban semua penonton lainnya.

Seorang wanita rela dijadikan vampir hanya demi seorang lelaki yang baru saja dikenalnya?
Bagi mereka itu sangat menyentuh, bagiku: idiot dan menyedihkan!

Seorang manusia serigala bisa mengendalikan kapanpun mereka ingin berganti wujud antara manusia dan serigala?
Bagi mereka itu fleksibel, bagiku: tolol dan tak berdasar!

Sekelompok vampir hidup bahagia dan menjadi siswa abadi di sebuah sekolah tanpa diketahui siapa pun?
Bagi mereka itu normal, bagiku sangat menginjak nalar!

Ah, cukup sudah segala ketololan film tersebut!
Salahku juga sebenarnya.
Seharusnya aku sudah tahu film ini akan seperti apa, karena aku pernah membaca ulasan dari novel seri tersebut. Jauh sebelum keempat novel ini difilmkan.
Andai saja Karina tidak memaksaku menonton film ini, pasti aku takkan sudi merogoh kocek sebanyak lima puluh ribu rupiah di loket bioskop ini dua jam yang lalu.

Ia membuatku tak mempunyai pilihan.
Sudah terlalu sering aku menolak ajakan Karina pergi.
Ia bilang aku gila, karena terlalu mencintai rumah dan kamarku sendiri.
Ia bilang aku harus menonton film ini, karena aku terlalu skeptis akan hal-hal berbau mistis, khususnya vampir.
Well, aku kira manusia waras manapun justru akan makin skeptis setelah menonton film ini.
Setelah berhasil memojokanku, akhirnya aku mengiyakan ajakannya untuk menonton malam ini.

Sepulang dari mengantar Karina ke rumahnya, aku pulang dan menyendiri di balkon rumahku.
Sejujurnya, aku sangat suka menghabiskan waktu dengan Karina.
Setiap kali Karina mengajakku pergi, dengan terpaksa aku harus menolaknya.
Sangat berat memang, namun apa daya.
Karina selalu enggan untuk bepergian di malam hari.
Sedangkan aku tak mungkin keluar rumah di siang hari.

Aku benci sinar matahari!
Sesaat setelah cahaya matahari menyentuhku, aku akan terbakar.
Percayalah, itu yang akan terjadi pada semua vampir, termasuk aku.
Terbakar, hangus, dan lenyap selamanya dari muka bumi.
Bukan sekedar menjadi berkilauan kulitku.
Seperti di film tolol itu.


Jakarta, 6 Januari 2011
Okki Sutanto
Hore, ada progres buat Resolusi Tahun 2011!
[Sumber inspirasi: Posting Tukang Review]

Rabu, 05 Januari 2011

First Book in 2011: Speed Reading Better Recalling

Speed Reading Better Recalling
(oleh Gordon Wainwright)
Pratinjaunya bisa dibaca di SINI
Salah saru Resolusi Tahun 2011 saya adalah membaca 20 buku.
Kemarin saya baru saja menyelesaikan membaca buku pertama saya di tahun 2011 ini.
Judulnya adalah Speed Reading Better Recalling, karya Gordon Wainwright.
Saya tidak membeli buku ini, buku ini saya pinjam dari perpustakaan kampus saya. Ketika melihat judulnya, saya tertarik. Siapa tahu buku ini bisa membuat saya membaca dengan lebih cepat, toh memang saya gemar membaca.

Setelah membaca, ternyata tidak terlalu banyak hal yang saya dapatkan dari buku setebal 136 halaman ini. Bukan karena bukunya "tidak berisi", tapi karena kebanyakan metode yang diajarkan memang sudah saya lakukan ketika membaca. Bagaimana pun, buku ini memang dirancang sebagai modul latihan membaca cepat. Ada program yang dirancang, dan evaluasi kuantitatifnya berupa tingkat kecepatan membaca (dalam kata-per-menit / kpm), dan pemahaman membaca (dalam %). Bagi yang merasa kecepatan membacanya cukup lambat, saya sangat menyarankan untuk membaca buku ini.

Secara garis besar saja, beberapa tips yang menurut saya cukup berguna setelah membaca buku ini antara lain (tidak semua ya, silakan baca buku ini saja jika ingin tahu semuanya):
1. BERUSAHALAH untuk membaca lebih cepat dari biasanya, kebanyakan dari kita belum membaca dengan kecepatan maksimum yang kita miliki.
2. Tak perlu sering-sering KEMBALI lagi ke paragraf / kalimat sebelumnya ketika membaca, seringkali ini dilakukan hanya karena kita kurang percaya diri / yakin akan kemampuan kita.
3. Bacalah SEKELOMPOK KATA sekaligus daripada membaca kata-per-kata karena memang mata kita memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.
4. Tahulah kapan harus mengatur TEMPO membaca kita. Ada kalanya kita perlu melakukan skimming (baca sepintas lalu), ada kalanya kita harus membaca dengan sangat mendetil. Sesuaikan dengan kebutuhan.
5. Sering-seringlah membaca dan LATIHAN membaca cepat.

Ya, demikianlah buku pertama di tahun 2011 yang saya baca.
Nantikan buku-buku selanjutnya! =)

Sebagai sebuah buku "How-To" / Tutorial, rating saya untuk buku ini adalah sbb:
Rating buku:  (6/10)

Infografis Facebook dan Twitter 2010

Data pengguna Facebook dan Twitter 2010. Masih kalah jauh ya Twitter dari Facebook. hehe.

Klik kalau kurang besar. Sumber dari SINI

Minggu, 02 Januari 2011

First Movie in 2011: Letters to God.

Image from HERE


Salah satu Resolusi Tahun 2011 saya adalah menonton 100 film selama satu tahun ini.
Gampang kan? Harusnya! Hehe..

Hari pertama di tahun 2011 kemarin, saya menonton film berjudul Letters to God.
Karena saya malas untuk menulis sebuah resensi, maka saya akan menuliskan lima hal yang (menurut saya) paling menggambarkan film ini. Anggap saja resensi singkat dalam lima kata. =)


SIMPLE | TOUCHING | FAMILY | FAITH | CANCER
Rating film: ✰ (7/10)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...